Mengenal Struktur dan Ciri Cerita Fantasi

Mengenal Struktur dan Ciri Cerita Fantasi

Menulis cerita fiksi, terutama fantasi, meskipun bebas berdasarkan imajinasi penulis, tetaplah memiliki struktur yang perlu penulis ketahui. Untuk kamu yang tengah tertarik untuk menulis buku dengan genre fantasi, jangan sampai melewatkan informasi tentang struktur dan ciri dari sebuah cerita fantasi berikut ini.

Mengenal Struktur dan Ciri Cerita Fantasi

Struktur memiliki pengertian pengaturan unsur-unsur yang saling terkait dalam suatu sistem. Struktur selalu hadir dalam setiap karya tulis, tidak terkecuali dalam tulisan bergenre fantasi. Berikut struktur dan ciri cerita fantasi yang perlu kamu kenali.

1. Orientasi

Struktur pertama yang perlu kamu ketahui dari sebuah cerita fantasi adalah orientasi. Orientasi merupakan bagian dimana sebuah cerita akan emmberikan perkenalan kepada pembaca. Apa yang sebuah cerita kenalkan kepada pembaca?

Cerita akan mengenalkan tema, tokoh sampai alur kepada pembaca. Dengan begitu, pembaca bisa mengetahui tentang apa kisah fantasi tersebut serta seperti apa tokoh utamanya.

2. Konflik

Cerita fiksi apapun, terasuk fantasi akan selalu memiliki konflik untuk membuat cerita semakin seru dan menarik bagi pembaca. Pada bagian inilah, masalah yang tokoh utama hadapi muncul dan menjadi inti utama dari cerita tersebut.

Seru atau tidaknya konflik juga umumnya adalah hal yang membuat pembaca tertarik untuk terus mengikuti cerita fantasi yang sedang mereka baca atau tidak. Bagian konflik juga akan membuat tokoh menjadi semakin menonjol.

3. Resolusi

Setelah konflik, struktur cerita fantasi berikutnya adalah resolusi. Bagian resolusi dalam sebuah cerita akan menghadirkan jalan keluar atau penyelesaian dari masalah yang tokoh utama dalam cerita hadapi.

Bagian ini juga akan semakin membuat pembaca penasaran untuk mengetahui bagaimana akhir dari kisah yang mereka baca. Sebelum membuat resolusi, pastikan kalau resolusi tersebut masuk akal meskipun cerita sendiri adalah cerita fantasi yang banyak menyuguhkan imajinasi.

4. Ending Cerita

Struktur yang terakhir adalah ending atau akhir cerita. Bagian ini merupakan bagian yang paling menentukan apakah pembaca akan merasa puas atau tidak pada sebuah cerita.

Umumnya, pembaca akan menyukai akhir cerita yang bahagia. Tetapi penulis tidak dilarang untuk menggunakan ending cerita verisnya sendiri yang bisa jadi berbeda dari apa yang pembaca harapkan.

Setelah mengetahui struktur dari cerita fantasi, ada baiknya juga kalau kamu mengetahui tentang ciri-ciri dari sebuah cerita fantasi. Dengan mengenali ciri dari sebuah cerita fantasi, kamu bisa jadi akan bisa menuliskannya dengan lebih ringan.

Ciri pertama dari sebuah cerita fantasi yang sudah sering kamu jumpai adalah menyuguhkan peristiwa ajaib. Kadar ajaibnya peristiwa pun dapat disesuaikan tergantung dengan tema dan cerita yang penulisnya suguhkan. Sebagai contoh, kalau kisah fantasi yang akan kamu tulis memiliki setting dunia nyata, maka peristiwa ajaib yang bisa kamu hadirkan pun bisa tercampur dengan apa yang ada di dunia nyata. Contohnya adalah kehadiran mesin waktu lewat perkembangan teknologi.

Sementara jika peristiwa ajaib yang ingin kamu hadirkan terjadi di dunia asing, maka imajinasi yang kamu hadirkan bisa lebih liar. Misalnya dengan menghadirkan mahluk naga atau peri dalam cerita.

Ciri lain dari sebuah cerita fantasi adalah ide cerita yang terbuka serta banyak menghadirkan karakter unik. Maksud dari ide cerita yang terbuka adalah tidak terbatas. Kamu bebas mencampurkan apa saja dalam ceritamu asalkan itu bisa pembaca terima.

Sementara untuk karakter unik, kamu bisa menampilkan tokoh yang memiliki kekuatan ajaib yang tidak mungkin ada di dunia nyata. Pilihan lain, kamu bisa membuat tokoh manusia biasa yang mengalami peristiwa ajaib.

Sampai disini dulu informasi tentang struktur dan ciri dari cerita fantasi. Semoga bisa bermanfaat bagi kamu ya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *