Mengenal Buku Genre Nonfiksi, Apa Saja Ciri-cirinya?

Mengenal Buku Genre Nonfiksi, Apa Saja Ciri-cirinya?

Bagi sebagian penulis pemula, menulis buku dengan genre fiksi mungkin lebih menarik dan menantang. Tetapi perlu diingat kalau selain buku fiksi, terdapat juga buku nonfiksi yang bisa menjadi pilihan bagi penulis untuk mencobanya. Pada kesempatan kali ini, kami akan ajak kamu untuk mengenal apa itu buku bergenre nonfiksi serta apa yang menjadi cirinya.

Mengenal Buku Genre Nonfiksi, Apa Saja Ciri-cirinya?

Buku dengan genre non fiksi merupakan buku yang isinya memiliki sifat informatif. Dengan kata lain, isinya harus memuat informasi nyata dan bukan khayalan dari penulisnya. Supaya kamu bisa lebih memahaminya, Kami akan bagikan informasi apa saja ciri-ciri dari buku nonfiksi.

1. Menggunakan Bahasa yang Baku dan Formal

Ciri pertama dari sebuah buku nonfiksi adalah menggunakan bahasa yang baku dan formal. Buku nonfiksi seringkali memuat isi yang serius serta membutuhkan pemahaman yang mendalam. Karena itulah, umumnya kamu tidak akan menemukan bahasa gaul ataupun bahasa yang tengah trend saat ini dalam sebuah buku non fiksi.

Tapi kamu perlu tahu juga kalau ada buku non fiksi yang menyajikan bahasa ringan seperti buku motivasi atau referensi. Penggunaan bahasa ini umumnya akan mengikuti peraturan yang penerbit miliki. Sebab, setiap penerbit umumnya memiliki aturan sendiri untuk setiap buku yang mereka terbutkan. Sebagai contoh, kamu bisa saja menemukan penerbit yang ingin buku motivasi mereka memakai bahasa yang ringan tetapi tetap sesuai tata cara penulisan yang tepat.

Namun ada juga penerbit yang memberi kebebasan kepada penulis untuk menggunakan gaya bahasanya sendiri. Sehingga penting bagi kamu untuk mengenali juga gaya bahasa dari setiap penerbit.

2. Berisi Tentang Fakta

Telah Kami sebutkan sebelumnya kalau buku nonfiksi merupakan buku yang bersifat informatif. Artinya buku nonfiksi hampir semuanya memuat informasi yang penulisnya tulis berdasarkan fakta atau kenyataan.

Sumber fakta sendiri bisa penulis peroleh dari data lapangan maupun hasil penelitian yang sebelumnya sudah pernah dilakukan. Dengan begitu, pembaca pun akan bisa mendapatkan berragam informasi yang menambah wawasan mereka setelah membaca buku nonfiksi tersebut.

Cara penyampain fakta yang ada di buku pun tidak boleh sembarangan. Biasanya buku nonfiksi akan menampilkan fakta dengan bahasa yang tegas, lengkap serta langsung pada intinya atau to the point.  Contoh buku nonfiksi yang bisa pembaca temui di toko buku adalah buku referensi, buku motivasi sampai buku pedoman untuk pengajar.

3. Isi Buku Nonfiksi Banyak Diambil dari Tulisan Ilmiah Populer

Satu alasan buku non fiksi hadir adalah untuk memperbaiki dan menyempurnakan diri dari penulis sebelumnya. karena itulah, ide yang serupa atau terlalu mirip dapat membuat kamu mendapatkan penolakan dari penerbit.

Penerbit mengharapkan tulisan dengan ide baru yang tidak memiliki kesamaan dengan tulisan yang sudah ada sebelumnya. oleh sebab itu, kamu perlu melakukan pertimbangan yang matang sebelum mengirimkan tulisan ke penerbit.

Kamu perlu mempelajari dan menyesuaikan tulisan kamu dengan penerbit tujuan kamu mengirimkan karya itu. Beberaoa contoh tulisan buku genre nonfiksi yang bisa kamu coba tulis adalah biografi, esai sampai dengan karya tulis ilmiah.

Itulah dia informasi tentang buku bergenre non fiksi yang perlu kamu tahu. Kami harapkan tulisan ini akan memperjelas hal-hal yang masih membuatmu bingung serta membantu kamu untuk menghilangkan rasa penasaranmu tentang buku bergenre non fiksi. Terima kasih sudah membaca tulisan ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *